Pagi yang indah...
kokok ayam membangunkan lelap tidurku...
ku buka jendela kamar...
oh.. betapa hangatnya mentari pagi...
yang menyinari hariku...
semangatku tumbuh untuk memulai...
memulai kehidupan yang baru...
meninggalkan lembaran lama...
lembaran dimana seringkali aku terpuruk..
dan sekarang sudah saatnya ..
aku bangun dari keterpurukan itu..
karena kebahagiaan telah menunggu di depan mata..
Pagi yang Indah
Label:
Catatanku
- Rabu, 19 Juni 2013
Tugas Softskill Rangkuman BAB 16 &17
Label:
Tugas Kuliah
- Rabu, 12 Juni 2013
BAB 16
Pengantar Ekonomi
Pembangunan
1. Pengertian dan Ruang
Lingkup Ekonomi Pembangunan
Istilah ekonomi pembangunan mengacu
pada suatu pengertian tentang ilmu ekonomi yang diterapkan dalam analisis
masalah dan kebijakan perekonomian Negara-negara yang belum maju (underdeveloped countries) dan atau
Negara-negara sedang berkembang (developing
countries).Dari sudut pandang ilmu ekonomi, pembangunan ekonomi pada
dasarnya adalah upaya untuk memperluas kemampuan dan kebebasan memilih (increasing the ability and freedom tochoice).
Karenanya yang harus dibangun terutama adalah :
a.
Kualitas
SDM
b.
Sarana
dan prasarana
c. Kelembagaan-kelembagaan
ekonomi modern
2. Berkembangnya
Teori Ekonomi Pembangunan
a. Klasifikasi
Negara-negara
Dibagian
awal bab ini telah disebutkan beberapa pengelompokan Negara, yaitu Negara maju
(developed country), Negara belum
maju (underdeveloped country), dan
Negara sedang berkembang/membangun (developed
country).
1.)
Negara
Maju dan Belum Maju
2.)
Utara
Selatan
3.)
Dunia
Pertama, Kedua, dan Ketiga
b. Fakta-fakta
Berdasarkan Laporan Badan-badan PBB
Laporan tentang perkembangan
pembangunan manusia tahun 1999 (Human Development Report 1999) yang dikeluarkan
United Nations Development Program (UNDP) menunjukkan bahwa kondisi
perekonomian dunia ketiga makin memprihatinkan.
Tampaknya distribusi pendapatan dunia di abad 21 ini
akan sulit diperbaiki, karena beberapa alasan:
1) Makin
melemahnya akses penduduk dunia ketiga terhadap sumber daya ekonomi penting,
khususnya informasi. Jaringan informasi modern, khususnya satelit, dikuasai
oleh penduduk Negara-negara kaya.
2) Makin
tertinggalnya kualitas SDM sebagian besar penduduk dunia ketiga, dilihat dari
indicator pendapatan per kapita, konsumsi pangan, konsumsi energy, serta
indicator pendidikan dan kesehatan.
3) Makin
kuatnya cengkraman perusahaan-perusahaan multinasional (MNC), yang umumnya
berasal dari Negara-negara maju. Sebagai sebuah perusahaan, MNC-MNC akan
bertindak berdasarkan motivasi mencari keuntungan. Tetapi karena outputnya yang
sangat besar, yang mungkin melebihi total PNB beberapa Negara Dunia Ketiga,
menyebabkan perilaku MNC dapat memperburuk keadaan.
c. Hakikat Pembangunan
Istilah pembangunan (development) lebih mengandung
makna tentang proses dan upaya pencapaian peningkatan kualitas hidup. Dengan
demikian ada tiga elemen penting yang perlu diperhatikan berkaitan dengan
pembangunan, yaitu:
1)
Pembangunan
Sebagai Sebuah Proses
2)
Pembangunan
Sebagai Upaya
3)
Pembangunan
Berarti Peningkatan Kualitas Hidup
d.
Hakikat
Pembangunan Ekonomi
1) Pertumbuhan
(Growth)
2) Perubahan
(Changes)
3. Karateristik Negara
Sedang Berkembang
a.
Rendahnya
Tingkat Kehidupan (Low Level of Living)
b.
Rendahnya
Tingkat Produktivitas (Low Level of Productivity)
c.
Tingginya
Tingkat Pertambahan Penduduk (High Rates of Population Growth)
d.
Tingginya
Rasio Tingkat Ketergantungan (High Rates of Dependency Ratio)
e.
Tingginya
Tingkat Pengangguran (High Rates of Unemployment)
F.
Ketergantungan Pada Sektor Pertanian Primer (Substantial
Dependence on Agricultural-Primary Production)
Negara-negara belum berkembang
umumnya sangat tergantung pada hasil sektor pertanian atau sektor primer.Bahkan
ada negara yang sangat tergantung pada suatu hasil dari komiditas pertanian
saja, perekonomian seperti ini yang disebut dengan Perekonomian
Monokultur.Selain dari sektor pertanian, ada juga sektor perekonomian yang
sangat bergantung pada hasil satu barang tambang saja.
G. Pasar dan Informasi
yang tidak sempurna (Imperfect Market and
Information)
Mekanisme pasar di NSB belum juga
berkembang baik.Struktur pasar barang dan jasa umumnya nonkompetisi sempurna,
dapat berupa monopoli dan oligopoli di pasar output, serta monopsoni dan
oligopsoni di pasar faktor produksi.Penguasaan informasi juga tidak seimbang
dan simetris.Informasi dikuasai hanya oleh sekelompok kedi pengusaha yang
mempunyai hubungan baik dengan penguasa.Keadaan ini menyebabkan konsumen
cenderung dirugikan.
H.
Ketergantungan yang Besar dan Kerentanan terhadap Kondisi Eksternal (Dominance, Depedence, and Vulnerability in
International Relation)
dimaksud dengan
ketergantungan pada kondisi eksternal adalah kondisi domestik perekonomian NSB
sangat dipengaruhi kondisi perekonomian lainnya, khususnya perekonomian
negara-negara maju. Keadaan ini merupakan konsekuensi logis dari
karakter-karakter yang telah diuraikan di atas.Misalnya, lemahnya permintaan
domestik karena lemahnya permintaan agregat, menyebabkan perekonomian sangat
mengandalkan pasar ekspor.Tetapi karena yang di ekspor umunya hasil pertanian
dan pertambangan, maka permintaannya menjadi tidak menentu.
Industrialisasi dapat menyebabkan
perekonomian makin tergantung pada kondisi eksternal, terutama bila indutri
yang dibangun, bahan baku dan modalnya sangat mengandalkan impor.
4. Pembangunan Ekonomi
Sebagai Proses Transformasi
a. Transformasi Pertanian
b. Transformasi Kependudukan
1). Transisi Demografi
Transisi kependudukan (demographic
transition) adalah suatu perubahan dari kondisi tingkat kelahiran dan kematian
yang tinggi ke kondisi tingkat kelahiran dan kematian rendah.
2). Perubahan Struktur
Penduduk
Dalam jangka panjang terjadi
perubahan struktur penduduk, terutama dilihat dari usia dan tingkat pendidikan.
Dari kategori usia, jumlah penduduk akan di dominasi oleh penduduk usia
produktik dan manula. Sementara dari kategori pendidikan, akan makin banyak
penduduk yang berpendidikan menengah atau lebih tinggi.
3). Meningkatnya
Penduduk Perkotaan
Kemajuan ekonomi juga ditandai
dengan berkembangnya kota-kota lama dan tumbuhnya kota-kota baru. Kota-kota
tersebut berfungsi sebagai pusat administrasi pemerintah, kegiatan
ekonomi(bisnis), dan mungkin juga pusat kebudayaan.
c. Transformasi
Struktural
1). Struktur Produksi
2). Struktur Permintaan
d. Transformasi
Kelembagaan
Termasuk dalam transformasi
kelembagaan adalah makin tersedia dan sempurnanya lembaga-lembaga untuk
pengambilan keputusan yang individual atau mandiri.Transformasi kelembagaan
sangat memperkuat transformasi-transformasi lainnya, sehingga perekonomian
dapat mempertahankana pertumbuhan dan perubahan ekonomi dalam jangka panjang.
5. Masalah dan
Kebijakan Ekonomi di Negara-negara sedang Berkembang
a. Permintaan dan
Penawaran Agregat
1). Permintaan Agregat
2). Penawaran Agregat
b. Kebijakan-kebijakan
Pembangunan
1). Kebijakan Ekonomi
a) Kebijakan
Moneter
b) Kebijakan
Fiskal
c) Kebijakan
Ekonomi Internasional
2). Kebijakan
Nonekonomi
Pengalaman pembangunan di NSB
berkali-kali menunjukan bahwa kebijakan ekonomi yang dirancang dan dilaksanakan
tidak meberikan hasil seperti yang diharapkan. Di indonesia, subsidi BBM telah
dimanfaatkan dengan baik oleh kelompok kaya dengan pembeli BBM yang lebih
banyak digunakan untuk mobil dan sumber energi lainnya. Demikian juga subsidi
pendidikan tinggi, khususnya diperguruan tinggi negeri saat ini lebih banyak
dinikmati oleh anak-anak dari keluarga mampu.
Kebijakan nonekonomi yang dapat
ditempuh pemerintah antara lain penegakan hukum, memperbaiki kondisi demokrasi,
desentralisasi atau pengembangan otonomi daerah secara bertahap.
c. Utang Luar Negeri
(External Debt)
1). Utang Luar Negeri Pemerintrah (Public External
Debt)
2). Utang Luar Negeri Swasta (Private External Debt)
3). Pekembangan Utang Luar Negeri Dunia Ketiga
d. Rasio Beban Utang
Luar Negeri
1). Rasio ULN/PDB
2). Debt Service Ratio (DSR)
6. Teori-teori Ekonomi Pembangunan
a. Teori Adam Smith
Adam Smith (1723-1790) melihat
pembangunan ekonomi sebagai proses pertumbuhan ekonomi dan perkembangan ekonomi
dengan memanfaatkan mekanisme pasar. Suatu perekonomian akan tumbuh dan
berkembang bila mekanisme pasar berjalan baik(sempurna).
b. Teori Malthus
Thomas Robert Malthus (1766-1834)
menyoroti keterkaitan antara pertambahan ekonomi dengan pertambahan penduduk.
Menurut Malthus, pertambahan penduduk yang menurut deret ukur, sementara
pertumbuhan pangan menurut deret hitung, menyebabkan perekonomian untuk
generasi mendatang cenderung suram.
c. Teori Karl Marx
Karl Marx (1818-1883) memandang
proses kemajuan ekonomi sebagai proses evolusi sosial. Teori Karl Marx yang
bersifat evolusioner diubah menjadi teori pembangunan yang revolusioner dengan
melakukan beberapa tindakan :
1) Merebut
kekuasaan dengan kekerasan dari tangan Tsar Rusia,
2) Membentuk
monopoli politik dengan mendirikan partai mayoritas tunggal,
3) Monopoli
kekuatan militer,
4) Mempercepat
proses kemajuan ekonomi dengan menggunakan mekanisme non pasar, yaitu
perencanaan terpusat.
d.
Teori Rostow
Menurut Rostow, suatu perekonomian akan berkembang
menjadi perekonomian maju dalam lima tahap :
1)
Tahap
Perekonomian Tradisional
Pada tahap ini kegiatan ekonomi masih
berorientasi pada pemenuhan kebutuhan sendiri.Produktivitas masih rendah,
sementara aplikasi teknologi dan manajemen masih sangat terbatas.
2)
Tahap
Pra lepas Landas
Yang dimaksud tahap lepas landas adalah
tahap dimana perekonomian mampu bertumbuh dan berkembang dengan kekuatan
mandiri.Tahap pra lepas landas merupakan masa transisi di mana masyarakat
mempersiapkan diri untuk mencapai pertumbuhan dengan kekuatan mandiri.
3)
Tahap
Lepas Landas (Take Off)
Tahap
lepas landas ditandai dengan tingginya pertumbuhan ekonomi dan
investasi.
4)
Tahap
Kedewasaan (Maturity)
Tahap ini oleh Rostow diartikan sebagai
suatu periode di mana masyarakat sudah secara efektif menggunakan teknologi
modern pada sebagian besar factor-faktor produksi dan kekayaan alam.
5)
Tahap
Konsumsi Massa Tingkat Tinggi (High Mass Consumption)
Tahap ini mempunyai ciri-ciri :
a) Adanya
jaminan yang lebih baik bagi angkatan kerja.
b) Tersedianya
konsumsi bagi rakyat yang semakin memadai.
c) Negara
mencari peluasan kekuatan di mata dunia.
e.
Teori Neo Imperalisme
teori ini coba menjelaskan mengapa NSB sampai saat ini
belum sepenuhnya berkenbang. Salah satu jawaban penting adalah program
pembangunan ekonomi telah menimbulkan ketergantungan baru terhadap
Negara-negara kapitalis.
f.
Teori Lewis
Teori Arthur Lewis menjelaskan bahwa pertumbuhan dan
perkembangan ekonomi suatu Negara dapat dilakukan dengan meningkatkan
pertumbuhan sektor industri. Menurut Lewis, syarat yang dibutuhkan untuk
menjadikan sector industry sebagai mesin pertumbuhan adalah investasi (barang
modal) di sector industry harus ditingkatkan.
g.
Teori Pembanguna Neo Klasik
Teori ini merupakan pengembangan kembali ide-ide awal
dari teori Neo-Klasik untuk diterapkan dalam pembangunan ekonomi dunia ketiga.
BAB 17
Pembangunan Terlanjutkan
(Sustainable Development)
1.
Rusaknya
/ Memburknya Kondisi Lingkungan Hidup
Di Negara-negara maju, kerusakan
lingkungan hidup terjadi dalam bentuk polusi udara, makin berkurangnya jumlah
hutan, sedangkan di Negara-negara dunia ketiga, kerusakan lingkungan yang
paling menonjol adalah penebangan hutan, menurunnya kualitas air, degradasi
lahan, dan meningkatnya pemukiman kumuh di wilayah perkotaan.
2.
Ketidakadilan
Antargenerasi (Inter-Generation Inequiality)
Yang dimaksud dengan ketidakadilan
antargenerasi adalah kondisi di mana generasi kita dan pendahulu kita, telah
mengeksploitasi alam sedemikian rupa, sehingga tidak memberikan cadangan yang
memadai untuk di nikmati generasi selanjutnya.
1.
Imbang
Korban Pertumbuhan Ekonomi-Kualitas Lingkungan Hidup
a.
Beberapa
Konsep Dasar
1)
Sumber
Daya Ekonomi
Sumber daya ekonomi (SDE) adalah unsur
lingkungan hidup yang ada dalam diri dan di luar diri pribadi manusia yang
dapat secara riil dan atau potensial bermafaat untuk aktivitas produksi barang
dan jasa, dalam rangka peningkatan kualitas hidup manusia, secara individu
maupun kolektif.Sumber daya ekonomi terdiri atas sumber daya manusia (human
resources), sumber daya alam (natural resources), sumber daya buatan (man made
resources).
Sumber daya buatan adalah segala
sesuatu, baik dalam bentuk fisik maupun non fisik, yang merupakan hasil karya
manusia, yang dapat digunakan untuk memproduksi barang dan jasa.Contohnya
adalah barang-barang modal berupa mesin-mesin dan bangunan.
2)
Sumber
Daya Alam (Natural Resources)
Sumber daya alam (SDA) ialah sumber daya
yang terbentuk karena kekuatan alamiah, misalnya tanah, air dan peairan, udara
dan ruang, mineral, panas bumi, gas bumi, angina, pasang-surut, arus laut.
Sumber daya alam dapat dibedakan berdasarkan SDA terbarui (renewable natural
resources) dan SDA tak terbarui (non renewable resources).
Yang dimaksud dengan SDA tak terbarui
(SDATT) adalah SDA yang stoknya akan terus berkurang jika terus dieksploitasi.
Contohnya adalah minyak bumi, batubara dan barang-barang tambang lainnya.
Yang dimaksud SDA terbarui (SDAT) adalah
SDA yang stoknya dapat dipulihkan, seperti ikan di sungai dan di laut,
pohon-pohon di hutan dan binatang-binatang ternak.
3)
Lingkungan
Hidup
Lingkungan hidup (environment) adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya,
keadaan dan makhluk hidup, termasuk manuisa dan perilakunya, yang memengaruhi
kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup
lainnya.(UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup).
b.
Pertumbuhan
Ekonomi dan Ekploitasi Sumber Daya Alam
Y
= f(K, L, N)
Di
mana :
Y
= output (PDB)
K
= barang modal (sumber daya buatan)
L
= tenaga kerja (sumber daya manusia)
N
= sumber daya alam
c.
Pertumbuhan
Ekonomi dan Penurunan Kualitas Lingkungan
Beberapa ukuran sederhana penurunan
kualitas lingkungan hidup adalah polusi udara, air dan tanah, makin sulitnya
memperoleh air bersih, makin memanasnya suhu bumi, serta terganggunya iklim dan
cuaca akibat perusakan hutan. Masalah global yang dihadapi umat manusia saat
ini antara lain adalah makin memanasnya suhu permukaan bumi (global warming). Memanasnya suhu
permukaan bumi antara lain disebabkan oleh kenaikan konsentrasi gas rumah kaca
di atmosfir sebagai akibat kegiatan manusia. Istilah efek rumah kaca (greenhouse
effect) berasal dari system penanaman sayur mayor dan bunga-bunga didalam rumah
kaca dan dipantulkan kembali oleh benda-benda dalam ruangan rumah kaca sebagai
gelombang panas yang berupa sinar infra merah.
Lapisan atmosfir terdiri atas troposfir,
stratosfir, mesosfir, dan termosfir.Lapisan terbawah, yakni troposfir, adalah
yang terpenting dalam kasus efek rumah kaca.
2.
Masalah-masalah
di Masa Mendatang
Menurut
Emil Salim (1988), beberapa masalah yang akan terus-menerus dihadapi masyarakat
dunia adalah kependudukan, ketersediaan pangan, kelestarian spesies dan
ekosistem, industrialisasi, ketersediaan energy, dan perkembangan kota.
Tiga
alasan penting yang akan dibahas adalah masalah kemiskinan, dampak kemajuan
teknologi, dan kekuatan monopoli.
a.
Kemiskinan
b.
Dampak Kemajuan Teknologi Yang Mendua
c.
Kekuatan Monopoli
3. Pembangunan Terlanjutkan (Sustainable Development)
Masalah-masalah yang telah dijelaskan di atas mendorong pemikiran alternative
konsep pembangunan.Salah satu hasil penting adalah berhasil dirumuskannya
konsep pembangunan terlanjutkan (Suistainable Development).
a. Definisi dan pengertian
Yang dimaksud dengan pembangunan terlanjutkan (sebagian
orang menyebut pembangunan berkelanjutan) adalah pembangunan yang
memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang
untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri (meeting the needs of present
generation without compromising the needs of future generations).
Rumusan diatas membuat 2
komponen pokok, yaitu kebutuhan dan keterkaitan. Konsep kebutuhan
berkaitan erat dengan aspek keadilan distribusi output dunia, dimana seharusnya
pemenuhan kebutuhan diprioritaskan kepada penduduk yang masih bergulat pada
kemiskinan. Keterbatasan dikaitkan dengan aspek teknologi dan pranata social
dalan pengelolaan SDA dan lingkungsan hidup.
b. Perhitungan PDB berdasarkan konsep
pembangunan terlanjutkan
PNN* = PNB – Dm – Dn
Dimana:
PNN* = Produk nasional netto yang
terlanjutkan
PNB = Produk nasional
bruto
Dm = Depresiasi
barang modal
Dn = Depresiasi
sumber daya lingkungan yang dinyatakan dalam satuan moneter (uang)Per tahun.
Dari persamaan di atas, bahwa
perhitungan PPN berdasarkan pembangunan terlanjutkan memperhitugkan kelestarian
SDA dan kualitas lingkungan hidup. Karena pelestarian lingkungan hidup dan
penghematan SDA membutuhkan biaya, maka biayanya harus diperhitungkan dalam
analisis PDB.
PNN* = PNB – Dm – Dn – RA – A
Dimana:
RA = pengeluaran yang dibutuhkan
untuk memulihkan (to restore) sumber daya lingkungan,seperti hutan, air, ikan
A = pengeluaran yang
dibutuhkan untuk mencegah kerusakan lingkungan, seperti polusiudara, penurunan
kualitas air dan tanah.
Konsep pembangunan terlanjutkan akan diperoleh kompensasi
atas berkurangnya output:
1.
Makin
sehatnya lingkungan akan mengurangi biaya pemeliharaan kesehatan, sekaligus
meningkatkan utilitas hidup
2.
Makin
kecilnya distorsi pasar sebagai akibat berkurangnya eksternalitas yang merugikan
masyarakat.
3.
Meningkatkan
efisiensi perusahaan.
4.
Memperbaiki
akses masyarakat terhadap pemanfaatan SDA dan lingkungan.
5.
Memperbaiki
distribusi pemanfaatan SDA antargenerasi.
4. Penerapan di Indonesia
Di
dalam negeri, komitmen pemerintah diwujudkan dalam GBHN dan pembuatan
undang-undang maupun peraturan pemerintah tentang lingkungan hidup. Salah satu
undang-undang terpenting yang dihasilkan adalah undang-undang nomer 4 tahun
1982 tentang pokok-pokok ketentuan lingkungan hidup, yang kemudian
diperbarui menjadi undang-undang nomer 23 tahun 1997 tentang pengelolaan
lingkungan hidup.
a. Masalah Lingkungan di Indonesia
1) Deforestrasi
2) Degradasi lahan
3) Kekurangan air
4) Polusi udara dan air
b. Faktor Penentu Pelaksanaan
Pembangunan Terlanjutkan Di Indonesia
1) Kehendak politik pemerintah
2) Peranan institusi lingkungan
pemerintah
3) Peranan lembaga swadaya masyarakat
(LSM)
4) Peranan sector industry
5) Peranan media massa
6) Kesadaran dan partisipasi masyarakat
c. Otonomi daerah
Mulai 1 juni 2001 pengelolaan SDA dilaksanakan dalam
kerangka desentralisasi berdasarkan UU No. 22/1999.Titik berat penyelenggaraan
otonomi daerah adalah kabupaten, sedangkan provinsi menjalankan fungsi-fungsi
dekonsentrasi (melaksanakan tugas pemerintah pusat dang mengoordinasikan
kegiatan antar kabupaten dalam provinsi).
d. Pengelolaan sumber daya
kelautan
Potensi sumber daya kelautan yang
masih dapat dikembangkan beberapa diantaranya:
1) Potensi perikanan yang masih bisa
dimanfaatkan sebesar 2,6 juta ton per tahun
2) Budidaya tambak masih dapat dibuka
hingga 500.000 hektar
3) Budidaya karang dan rumput laut
4) Cekungan minyak, khususnya dilautan
dalam\
5) Energy kelautan (ocean thermal
energy conversion) dan energy gelombang
6) Wisata bahari
7) Transportasi laut
Beberapa masalah yang dihadapi dalam
pengelolaan sumber daya kelautan antara lainadalah:
1) Kurangnya data dan informasi tentang
kelautan kita
2) Kerusakan-kerusakan sumber daya
kelautan seperti habisnya hutan mangrove di daerah-daerah berpenduduk padat.
3) Masih lemahnya kapasitas manajerial
pengelolaan laut
4) Minimnya dana yang tersedia untuk
pelestarian lingkungan termasuk kelautan
5) Lemahnya pendukung (constituent)
lingkungan daerah
6) Potensi konflik horizontal
(antarpemerintah daerah) maupun vertical (pusat provinsi kabupaten) dalam hal
pengelolaan sumber daya kelautan.
Langganan:
Postingan (Atom)




